oleh

Keripik Pisang 3 Rasa Buatan Santriwati Ponpes di Kota Probolinggo

Probolinggo – Santriwati Ponpes Azidan di Kota Probolinggo mengisi pandemi COVID-19 dengan membuat keripik pisang. Selain rasanya yang menggugah selera, kemasannya pun menarik.

Ponpes tersebut berada di Jalan KH Fadhol, Kecamatan Kademangan. Mereka membuat keripik pisang di sela-sela belajar agama.

Keripik pisang itu diberi nama Gedang Koe. Keripik dibuat secara bergotong royong oleh santriwati ini dan biasa diproduksi setelah belajar mengajar. Baik formal maupun nonformal.

Yang berbeda dari keripik pisang lainnya, hasil olahan santriwati yang dijual dengan harga Rp 10 ribu itu memiliki 3 rasa. Yakni rasa cokelat, melon dan strawberry. Kemasannya juga menarik dan terjaga kualitas kebersihannya. Kemudian kandungan gizi dan vitamin dari keripik pisang ini juga sudah diukur dan aman dikonsumsi segala usia.

“Prakarya santriwati di saat pandemi COVID-19 dan di sela selesai belajar, kita beri ilmu kewirausahaan dengan membuat keripik pisang rasa-rasa. Agar nanti setelah lulus siap dengan tantangan persaingan perekonomian saat ini. Dan bisa menjadi modal untuk bisa membuka usaha kuliner, di saat sudah kembali ke masyarakat,” ujar Pengasuh Ponpes Azidan, Hj Diah Retno, Sabtu (6/3/2021).

Baca Juga  Danpussenarmed Mayjen TNI Totok Imam Santoso Berikan Ceramah kepada Anggota

Cara membuat keripik pisang Gedang Koe cukup gampang dan sederhana. Pisang jenis nangka yang belum matang dikupas terlebih dulu kulitnya, dan diiris tipis-tipis. Lalu direndam di air matang selama 30 menit sampai 1 jam agar tidak keras.

Lalu mulai diberi bumbu, seperti rasa cokelat, strawberry dan melon. Setelah bumbu meresap baru pisang digoreng hingga matang.

Setelah keripik pisang betul-betul kering, baru dimasukkan ke plastik kemasan dan ditimbang sesuai ukuran dan berat per kemasan, yang sudah didesain oleh santriwati, agar tidak kalah bersaing dengan keripik pisang produksi pabrikan.

Baca Juga  Jurus Jitu Pemerintah Capai Target Investasi Migas di Masa Pandemi

“Kita kemas sebaik mungkin dan cantik keripik pisang Gedang Koe hasil santriwati, agar tidak kalah bersaing dengan keripik pisang produksi pabrikan, dan home industry dari daerah lain. Dan alhamdulillah keripik karya santriwati laku di pasar, kafe dan minimarket. Bahkan banyak pembeli memesan secara online baik dari dalam kota maupun luar kota,” jelas Diah.

Menurut Uswatun dan Nuraini, santriwati Ponpes Azidan yang ikut membuat keripik pisang Gedang Koe, mereka memproduksi keripik pisang di saat santai dan setelah belajar agama. Itu sebagai praktik menambah ilmu kewirausahaan dan buat modal di saat selesai belajar di ponpes.

Baca Juga  Penerima BST dan PKH Dapat Tambahan Bantuan Beras PPKM Level 4

“Bisa menambah ilmu selain ilmu agama dari pondok, dengan modal ilmu dan pengetahuan kewirausahaan bisa menjadi modal ilmu saat kembali ke masyarakat nanti,” kata Uswatun.

“Senang dengan diberinya ilmu kewirausahaan dari pengasuh dan pengajar Ponpes Azidan, nanti bisa dibuat usaha keluarga saat sudah kembali ke masyarakat, saat sudah purna dari ponpes,” imbuh Nuraini.

Menurut Nurhalizah, pencinta dan penikmat keripik pisang Gedang Koe, selain enak rasanya, keripik pisang olahan santriwati ini juga terjamin kualitas dan kehigienisannya.

“Keripik pisang Gedang Koe bikinan santriwati Ponpes Azidan sangat enak, nikmat dan gurih. Sangat cocok dinikmati saat santai di musim hujan, dan cemilan saat bersama keluarga dan teman,” terang Nurhalizah. (*/cr4)

 

Sumber : jatim.siberindo.co

News Feed