oleh

CSR Perum Bulog Distribusikan Bantuan Beras ke 12 Ponpes di Purbalingga

PURBALINGGA – Pemerintah Kabupaten Purbalingga menerima bantuan beras fortivikasi sebanyak lima ton. Bantuan yang berasal dari program atau Corporate Social Responsibility (CSR) Perum Bulog tersebut akan didistribusikan ke 12 pondok pesantren di wilayah Purbalingga.

Direktur Human Capital Perum Bulog Purnomo, Sinar Hadi, mengatakan, beras hasil fortivikasi memiliki kandungan zat besi, asam folat, vitamin A, B1, B3, B6, B12, dan zinc. Kandungan vitamin ini mampu untuk meningkatkan stamina dan imunitas tubuh.

Baca Juga  NU Minta Pesantren Tak Terprovokasi Teror Orang Gila

“Bantuan beras ini sebenarnya diperuntukkan bagi daerah dengan angka stunting tinggi. Kabupaten Purbalingga memiliki angka stunting cukup tinggi pada lima tahun lalu, tepatnya tahun 2016 di mana angka stunting Purbalingga mencapai 23 persen,” kata Purnomo, usai penyerahan beras fortivikasi kepada Bupati Purbalingga, pendapa Dipokusumo, Jumat (20/8/2021).

Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi, menyatakan, stunting merupakan permasalahan nasional, sehingga menjadi program prioritas pemerintah pusat untuk ditangani oleh seluruh pemerintah kabupaten kota di Indonesia. Di Purbalingga, kasus stunting terus mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir.

Baca Juga  Mempererat Silaturahmi, Pendiri JBS Undang Danlanal Letkol Banten

“Mudah-mudahan angka stunting ini terus menurun dan kita bisa bareng-bareng menyukseskan program prioritas pemerintah pusat terkait stunting.” ungkap Tiwi.

Kepala Dinkes Purbalingga Hanung Wikantono menjelaskan, berdasarkan data dari aplikasi Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPGBM), terhitung sampai dengan 15 Juni 2021, jumlah bayi stunting di Kabupaten Purbalingga sebanyak 14,57 persen. Rinciannya, jumlah bayi kategori pendek 5.074 anak (11,37 persen), dan bayi sangat pendek sejumlah 1.426 anak (3,20 persen).

Baca Juga  Ketum SMSI Paparkan Tentang Teori Publisitas di Era Digital

“Beberapa wilayah kerja Puskesmas yang cukup banyak balita stunting-nya adalah Puskesmas Kutasari sebanyak 720 bayi, Karangmoncol 669 bayi, Kejobong 607 bayi, Karanganyar 464 bayi, dan Purkesmas Serayu Larangan 420 bayi,” jelasnya. (*/cr1)

Sumber: banten.siberindo.co

News Feed